Facebook, Instagram, Twitter, Google+, Tumblr, Path, Foursquare.

Pandangan saya terhadap beberapa jejaring sosial dan atau microblog yang saya gunakan:

Facebook; Jejaring sosial ini paling lengkap menurut saya, ada foto, event, ulang tahun, status jomblo, married, dll, ada fitur chat, group juga tersedia. Untuk berkomunikasi secara bergerombol, facebook sangat berguna bagi saya. Juga informasi-komunikasi penting, ada di facebook bagi saya.

Instagram; Jejaring sosial berbasis foto. Cocok untuk orang-orang yang suka photography. Menurut saya, instagram adalah tempat bersosialisasi dengan media foto. Boleh juga tempat bernarsis ria. Terserah, selama tidak menggangu keamanan NKRI :D

Twitter; Microblogging yang satu ini sangat cepat update beritanya. Fitur trending topic sangat berguna bagi pemburu berita. Batasan 140 karakter membuat situs ini cepat dalam membagi beritanya. Yang paling saya suka dari twitter adalah kecepatan informasinya. Orang-orang sekarang kalo mau menyampaikan informasi, pasti melalui twitter, baru kemudian lewat facebook, dan jejaring lainnya mengikuti.

Google+ ; Jejaring sosial besutan google ini masih kalah penggunaanya di Indonesia jika dibandingkan dengan Facebook. Tetapi jika dilihat fitur-fiturnya, Google plus tidak kalah dengan facebook. Menurut saya, lebih gampang menggunakannya google+ daripada facebook. Tapi dengan alasan, lebih banyak teman-teman yang 'hidup' di facebook dan twitter, maka saya tidak begitu aktif di jejaring sosial milik google ini.

Tumblr; Boleh dibilang tumblr adalah penyatuan antara facebook, blog, dan twitter. Kenapa? fitur-fitur yang ada di facebook, twitter, dan blog, dapat ditemukan di Tumblr walaupun tidak semua fitur ada di tumblr. Tapi, menurut saya, tumblr lebih identik dengan blog. Tumblr cocok untuk blogger yang suka menulis tapi dalam sekali penulisanna itu tidak panjang, walaupun sebenarnya tidak ada batasan tulisan pada tumblr. Saya sendiri menggunakan tumblr disaat ingin menyampaikan sesuatu yang melebihi 140 karakter tetapi tidak lebih dari 3 halaman. Kalau panjang sekali, biasanya saya menulis di blog. (tapi tergantung mood aja sih, hehe)

Path; Jejaring sosial yang dimulai tahun 2010 ini sengaja dibuat untuk orang-orang terdekat kita, misalnya keluarga, teman kelas, atau rekan kerja, dll yang kita anggap dekat (kenal). Ada satu fitur yang saya suka, yaitu; “Go to Sleep” dan “Awake”, dimana fitur ini berguna untuk mengukur jam tidur kita setiap hari. Selain itu, path lebih mengarah kepada jurnal harian (buku diary). Menurut saya, jangan sampai kegagalan di facebook terulang kembali di Path. Apa kegagalan di facebook? Menerima setiap “friend request” dari orang-orang yang belum tentu kita kenal dekat. Cukuplah berteman biasa di facebook, tapi berteman dekat di Path. Itu menurut saya loh..:D

Foursquare: Yang suka jalan-jalan, cocok banget gabung di foursquare. Jejaring sosial berbasis lokasi ini sangat keren menurut saya. Karena database tempatnya sudah banyak, kita bisa mencari suatu tempat di suatu daerah yang belum pernah kita kunjungi. Tapi kalau jarang jalan-jalan, mending tidak usah check-in di foursquare, pola perjalanan kita menjadi mudah dibaca orang jika ingin berbuat jahat ke kita. Itu menurut saya loh..:D

Tips Ala La Bumbum: Membuat Tweet Berkualitas dan Tidak Nyampah di Twitter.

Beberapa hari belakangan ini saya tidak aktif di twitter, walaupun saya online tetapi menahan diri untuk tidak berkicau. Salah satu alasannya adalah tidak ingin mengotori timeline dengan kicauan yang menurut saya tidak ada manfaatnya buat diri saya ataupun buat orang lain. Tetapi kemudian hal itu membuat saya berpikir tentang twitter dan orang-orang didalamnya. Saya memikirkan, "apa ya yang dipikirkan orang-orang itu saat akan memposting status mereka?" (kurang kerjaan sekali memang saya:D). Pikiran itu muncul ketika tweet-tweet yang saya baca beragam sekali; ada yang curhat, ada yg menyemangati dengan quote, ada ngetweet yang lucu-lucu, hingga ada yang berbagi photo.

Tetapi tidak semua tweet-tweet itu berkualitas. Bicara tentang kualitas, itu relatif; setiap orang memiliki pandangan yang berbeda. Menurut saya, tweet yang tidak berkualitas itu adalah tweet yang tercipta asal-asalan. Ibarat ngomong, omongan datang tidak dari hati dan pikiran. Karena hal itu, kemudian membuat saya terpikir, bagaimana sih membuat tweet yang berkualitas?

Inilah yang perlu dipikirkan dan pertimbangkan jika ingin membuat tweet yang berkualitas;

  1. Bagaimana menjelaskan sesuatu hal sejelas-jelas mungkin dan tidak boleh lebih dari 140 karakter.
  2. Bagaimana menyampaikan sesuatu hal yang lucu, unik, dan membuat orang terhibur atau termotivasi, tetapi tidak boleh lebih dari 140 karakter.
  3. Bagaimana menceritakan sesuatu kejadian yang kompleks menjadi sebuah cerita yang singkat tidak boleh lebih dari 140 karakter.
  4. Bagaimana mengungkapkan segudang perasaan atau hal-hal bersifat emosional yang sangat amat banyak menjadi sebuah rangkaian kalimat yang tidak lebih dari 140 karakter.
  5. Bagaimana menciptakan sebuah rangkaian kalimat yang memiliki nilai, sehingga menjadikannya tweet yang bernilai. 

itulah beberapa hal yang perlu dipikirkan sebelum membuat sebuah postingan status  di jejaring sosial, twitter.

Muncul sesi tanya jawab:

"Emang kalo ngga berkualitas, kenapa? ini kan twitter gue, ya seenak gue donk". || Ya, benar sekali. Tapi pikirkan, bagaimana pula jika saya B.A.B (buang air besar) di halaman rumah saya? kan rumah saya, seenak saya donk. Bagaimana pula jika saya mengoleksi sampah di depan rumah saya, hingga menyebabkan bau sampah kemana-mana, kan rumah saya, kenapa lu mesti marah? -analogi. 

"Hei bung! ini twitter, kalo ngga suka silakan UNFOLLOW!" || Ya,Benar sekali! Memang tersedia tombol Follow/Unfollow. Tapi walaupun namanya jejaring sosial, dan hanyalah dunia maya, meng-UNFOLLOW teman itu tidak segampang meng-UNFOLLOW selebritis. Apalagi orang indonesia, urusan di dunia maya sering berlanjut ke dunia nyata. Unfollow di twitter = unfriend di dunia nyata. 

"Bah, lu juga sering nyampah di twitter, sok ngasih tips lu!" || Yups, ini lagi berusaha menghentikan kebiasaan nyampah kok. Maafin avika ya marwoto..:))

"Terus apa donk gunanya twitter kalo ngga bebas berkspresi?" || Bebas kok, sangat bebas sekali, twitter itu kan milik pribadi. Tapi ini jejaring sosial, sosial itu berarti ngga hidup sendiri. It means; kita harus menghormati follower-follower kita. Caranya ya kita bebas berekspresi tetapi tidak menggangu ketentraman yang lain.

“Bagaimana seseorang bisa dikatakan mengganggu atau nyampah?” || wah, ngga tau juga sih, yang pasti dia sering muncul di timeline dengan tweet-tweet tidak berkualitasnya.  

"Haha..Ngga usah serius gitu bro, ini cuma twitter kok" || Ya, siapa bilang ini facebook :p

Yahh…sekian dulu tumblring kali ini. Sekiranya postingan kali ini bermanfaat bagi orang-orang yang mau membaca dan maaf bila ada kata-kata yang salah atau benar tetapi menyinggung perasaan  teman-teman sekalian. Kalo ada pertanyaan, silakan bertanya, semampu saya akan menjawab dengan sebijak mungkin, haha..

-Why so serious? (Joker)

Ada pertanyaan??

Why So Serious??

Menurutku, tidak semuanya harus dibicarakan di twitter. Twitter sekarang sudah bukan lagi microblogging, melainkan blog chatting. Isinya lebih banyak obrolan ringan, basa-basi, yang tidak terlalu berarti buat kepentingan hidup. *itu menurutku….

Kulihat jumlah tweet yang sudah kutorehkan, sekitar dua puluh tujuh ribu tweet, aku merasa aku adalah bagian dari manusia yang tak bernilai itu, manusia banyak ngomong. Terlalu banyak basa-basi yang telah kutuliskan. Benar kata pepatah, Tong kosong nyaring bunyinya. Ibarat kerupuk, kaya suara miskin gizi. Apa yang telah kukicaukan selama ini sebagian besar adalah omong kosong.

Tetapi aku tidak boleh terlalu serius dalam ber-twitter, yang sudah terjadi biarlah menjadi sebuah pelajaran. Sekarang saatnya aku harus mengambil sikap, kalo mau serius lebih baik di tumblr, ataubikin buku harian aja (diary), atau kalau ngga di hutan aja *LOL*.

Sama seperti yang lain, Aku akan ikut menjadikan twitter menjadi media chatting dan tempat meletakkan basa-basi. "Why so serious??" kata itu cocok diterapkan di twitter. Jadikan twitter tempat sampah.:D

*Mari kembali nyampah!!! :)

Terlalu Banyak Waktu Yang Loe Buang, Sia-Sia Sob!

Dapat apa kau dari twitter? semuanya demi eksistensi diri? Ingat dirimu bukan selebritis sob! Kerjakan tuh skripsi!

Gue twitteran, karena teman-teman gue banyak disana. Gue ini makhluk sosial, tidak bisa hidup tanpa manusia lainnya. Banyak juga kok, informasi penting yang gue dapetin.

Hei! Dunia nyata itu lebih penting daripada dunia maya. Seberapa banyak waktu yang kau buang dengan percuma? sementara skripsimu tidak belum TIDAK selesai!  Loe bilang informasi? Loe lebih milih update informasi daripada nyelesain skripsimu? Hidup ini harus punya prioritas Sob.

Gue merasa tidak percuma kok! Twitteran membuat gue bisa menghilangkan sedikit penat gue. Gue curhat, ada teman gue yang nanggepin. Daripada gue diem? Bagi gue twitteran itu di sela-sela waktu luang aja.

Ya, boleh sih loe twitteran. Tapi bagaimana dengan skripsimu? apakah sudah selesai? Kau bilang sela-sela waktu luang? terlalu banyak waktu yang loe buang sia-sia sob! Ingat umur, semakin lama semakin tua. Mau jadi apa loe 3 tahun, 5 tahun, 10 tahun lagi? pikirkan itu… Masa depan loe lebih penting daripada nongkrong ngga jelas di dunia maya.

————————————————————————————————————————————-


Percakapan Pro dan kontra dalam otakku, tentang penting dan percuma berjejaring sosial. Satu sisi merasa sia-sia dengan kicauan-kicauan itu, sisi lain merasa itu penting. 

Bagaimana denganmu? Seberapa pentingkah kehadiranmu di twitter?

Applikasi Twitter

Dulu, saat pertama kali saya bermain di twitter land, rasa-rasanya bagai terdampar di sebuah pulau dan tak tau harus berbuat apa. Login, ngecek home, ngecek messages, dan lalu log out, tanpa ada rasa tertarik dengan twitter, jujur saya merasa twitter kuno pada saat itu, dan memilih facebook.

Seiring berjalannya pergaulan di dunia twitter, satu persatu istilah anak gaul twitter saya ketahui, seperti; #hashtag, TT (trending topic), follow, RT (Retweet), DM (Direct Messages/ inboxnya FB),dll. Dan pada akhirnya saya tertarik kepada twitter. Alasan-alasan yang membuat saya tertarik ;
1. Perkembangan beritanya cepat (Realtime).
2. Membaca status orang lain tidak perlu lama (karena dibatasi 140 karakter/tweet).
3. TT atau Trending Topic yang menjadikan tidak ketinggalan hot news.
4. Untuk hal-hal tertentu, Fitur Search-nya sangat bagus untuk digunakan, misalnya mencari “lowongan kerja”, info lowongan kerja yang akan ditampilkan adalah yang terbaru.
5. Kebebasan. Lebih bebas ngomong, nyampah, ataupun berantem di twitter.dll

Aktivitas di twitter didukung pula oleh banyaknya aplikasi yang bermacam-macam dan berbeda fitur satu dengan yang lainnya. Jika di twitter.com kita tidak bisa meng-RT (old retweet), maka di aplikasi semacam tweetdeck, seesmic, hootsuite, dll kita bisa meng-RT, Retweet, bahkan di hootsuite ada fitur “schedule”-nya. Jika Anda seorang yang baru dalam dunia pertwitteran, cobalah tweetdeck, agar lebih mudah dimengerti.

Berikut ini beberapa applikasi twitter yang pernah saya coba, dan urutan pertama adalah yang paling saya suka hingga ke bawah. Silakan anda mencoba dan memaksimalkan fitur-fitur yang ada. Selamat berkicau!

1. Tweetdeck
2. Seesmic
3. Digsby
4. iTweet
5. Hootsuite
6. Destroy Twitter
7. Twhirl